Login
Form Surat Online

Register

Link Lainnya


Panduan E-Service



Informasi Pengunjung

Kemahasiswaan

M. Adam Atmaja Raih Nominasi Aktor Terbaik Stigma PDF Cetak E-mail
Senin, 07 Desember 2015 09:19

Seorang pemuda mengumbar bahwa ia tidak bangga menjadi warga Indonesia, bahwa ia tidak cinta dengan negaranya. Kabar mengenai pemuda itu tidak bangga dengan negerinya sendiri, sontak menjadi perbincangan yang hangat untuk diperbincangkan dan dikupas secara tajam. Pernyataannya muncul di media massa kemudian dikutip lagi dari kutipan media massa yang lain. semua orang sibuk membahasnya, mulai dari pekerja kantoran, pedagang, seniman sampai gabungan ketiganya. Kepolosan pemuda tersebut membuatnya masuk ke dalam sistem yang rumit, bagai efek domino oknum – oknum tertentu memanfaatkan situasi yang terjadi sampai pemuda tersebut setidaknya mengatakan “menyesal” atas apa yang telah ia katakan, walau sejatinya ia tidak.

Rangkaian peristiwa tersebut merupakan naskah monolog Trik oleh Putu Wijaya. Naskah yang menjelaskan secara sederhana bagaimana seorang pemuda tersesat dalam sistem negerinya sendiri. Naskah ini dipentaskan oleh Teater Kafe Ide Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di ajang Festival Monolog Mahasiswa Nasional (STIGMA) yang ke 4 di Universitas Sriwijaya Palembang.

Mochammad Adam Atmaja (19) mewakili Teater Kafe Ide Untirta untuk membawakan naskah Trik. Pria yang kerap disapa Adam ini berhasil memenangkan nominasi Aktor Terbaik disusul oleh rekannya Fahmi Ulhaq (20) mahasiswa Teknik Elektro Untirta semester 5, yang juga meraih nominasi sebagai Penata Cahaya Terbaik. Karena berhasil meraih 2 nominasi dari 6 kategori yang diperebutkan, membuat Teater Kafe Ide Untirta meraih penghargaan sebagai Tim Terbaik dan menjadi juara umum STIGMA ke 4 Palembang.

Adam mengutarakan bahwa naskah Trik juga dipentaskan oleh beberapa komunitas teater lainnya. Namun juri lebih menyukai Trik versi dirinya. Pria yang sedang menempuh sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) semester 5 ini mengatakan Trik versi Teater Kafe Ide yang ia pentaskan, dimainkan dengan tunjangan alunan musik dan artistik yang sederhana namun dimainkan dengan kuat dan jujur untuk menceritakan kepolosan seorang pemuda yang tersesat dalam sistem, dan ini menjadi kelebihan.

Adam tidak bekerja sendiri dalam kesuksesan Teater Kafe Ide di ajang ini. Putra dari pasangan Mochammad Yahya Atmaja dan Budia Triwahyuni ini di bantu rekan seperjuangan di Teater Kafe Ide. Selain Fahmi Ulhaq sebagai penata cahaya, ada Adam Ardiansyah (18) mahasiswa Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Untirta semester 1 sebagai penata musik dan Nur Taufiq (20) mahasiswa Ilmu Hukum Untirta semester 5 sebagai Stage Manager dan Pimpinan Produksi.

Sebelum Adam sampai tahap menyandang gelar Aktor Terbaik STIGMA 4, mahasiswa Fisip Untirta kelahiran Bandung 9 Desember 1995 ini pernah menggeluti dunia drama dan puisi di jaman sekolahnya dahulu. Pria tambun ini pertama dikenalkan ke dunia membaca puisi oleh gurunya sewaktu Sekolah Dasar. Saat mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama ia mulai tahu dan tertarik dengan kompetisi membaca puisi. Merasa memiliki bakat, Adam kecil memberanikan diri untuk mengikuti lomba tersebut dengan harapan bisa mengalahkan kakak kelas yang selalu menang dalam lomba membaca puisi di sekolahnya. Akhirnya ia dapat memenangkan lomba puisi tersebut.

Di masa Sekolah Menengah Atas Adam terkenal dengan sifat pemberontak sampai kerap berurusan dengan guru bimbingan konseling. Pria lulusan SMAN 1 Rangkasbitung ini dulu sempat menekuni ekstra kulikuler (ekskul) Pasukan Pengibar Bendera namun jenuh dan menyatakan keluar. Setelah itu, ia mengikuti lomba baca puisi di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan ia berhasil meraih juara 1 di tingkat Provinsi Banten. Setelah berhasil menang, ia mewakili Banten dalam FLS2N tingkat nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Saat di Lombok, Adam melihat berbagai bentuk teater dari seluruh Indonesia. Anak pertama dari 3 bersaudara ini akhirnya tertarik di dunia teater dan membangun ekskul teater di SMAnya sepulang ia dari Lombok. Ekskul teater yang ia bangun dengan nama Teater Bodas, akhirnya disetujui oleh pihak sekolah dan akhirnya menjadi ekskul resmi di SMAN 1 Rangkasbitung sampai saat ini.

Setelah menjadi mahasiswa Untirta, Adam memutuskan untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Kafe Ide. Anggota aktif Teater Kafe Ide yang menjabat sebagai Manager Pertunjukan ini, menyatakan alasan ia bergabung dengan Teater Kafe Ide demi mendalami ilmu – ilmu teater lebih dalam. Ia merasa Teater Kafe Ide dapat menjadi laboratorium kesenian yang tepat untuk mengeksplorasi bakatnya di bidang kesenian.

Adam melihat kondisi komunitas teater di Banten saat ini belum berani dalam mengeksplorasi dan masih bermain nyaman dengan bentuknya sendiri. Ia menyatakan bahwa seharusnya komunitas teater itu menjadi laboratorium, tempat meracik unsur dalam berkesenian. Ia berpesan, bahwa jika ingin belajar dalam teater harus fokus dan serius dalam mengejar capaian yang belum tercapai.

Sebagai catatan, STIGMA pertama dibentuk oleh Forum Teater Nasional di Universitah Hassanudin Makassar pada tahun 1999 dengan tujuan menjalin silaturahmi antar komunitas teater kampus se-Indonesia. Teater Gabi Universitas Sriwijaya mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah STIGMA ke 4. Ajang 4 tahun sekali ini diikuti oleh 18 peserta dari komunitas teater kampus se-Indonesia. Sebelumnya telah dilakukan sistem penyaringan melalui video yang dikirim komunitas teater kampus untuk dinilai oleh Iswadi Pratama, Agus Noor dan Surono sebagai juri dalam membentuk 18 komunitas terbaik yang menjadi peserta. Ini merupakan pertamakalinya Teater Kafe Ide Untirta berpartisipasi di STIGMA. (Angga Septian dan Rien Reka)

Penerima Beasiswa Segera Menyerahkan No Rek BNI ke Fakultas Sampai 27 November 2014 PDF Cetak E-mail
Selasa, 25 November 2014 14:40
Kepada Mahasiswa Fisip Untirta yang Namanya tercantum di bawah ini. Dimohon segera untuk membuat / menyerahkan no rekening BNI ke Fakultas bag Kemahasiswaan. Paling lambat hari kamis tanggal 27 November 2014. Terimakasih



Fosmai Vaganza 22-24 Oktober 2014 PDF Cetak E-mail
Selasa, 14 Oktober 2014 09:40



UKMF FoSMaI FISIP punya acara spesial untuk kamu...
Iyaa.. Kamuuu,,,,
Berlaku untuk Mahasiswa Untirta dan Mahasiswa di Banten

Please check those all,,,
FoSMaI Vaganza 2014

22nd Oktober 2014
Workshop Hypnotheraphy @ gd. B Lt. 3 auditorium, 8-12 AM
HTM 50K , On The Spot 60K
*Certificate & Free Consultation for 1 month after

22nd Okt 2014
* Lomba desain Poster (theme: standing for palestine) on JPEG format. Registration 10K
* Lomba Essai (theme: Pemimpin Berkarakter) min 700 words, Registration 10K.
Deadline 22nd Okt 23.59 PM, sent to: Alamat E-mail ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya

23rd Okt 2014
Lomba pidato (pemimpin berkarakter) *min 7 minutes
9-12 AM, Registration 10K

23rd Okt 2014
Lomba kreasi hijab (theme: Syar'i with freshness style)
13-16 PM. @PKM A , *min 2 person/team. Registration 20K

24th Okt 2014
Closing Ceremony, SEMINAR "Let's Talk About Leadership",
Speakers:
A. Mujahid "Wapresma UI 2014" & Ihyaudin "Wirausahawan Muda Banten/Presma Untirta 2010"

HTM 10K Only,
+Pengumuman pemenang lomba2 (Trophy, Certificate, Uang Pembinaan).
***Free HTM/gratiss bagi peserta lomba^^

For more detail, visit fosmaiweb.fisip-untirta.ac.id
Cp: 0899-9634-342 Azmi, 087809004596 Hendrik or 0877-0996-9974 Mike

Let's Show Up your action,,, and have Great all inside with

FoSMaI Vaganza 2014
"Be Cool, Be Good and Be Better"

Supported by *Raja Cetak and Dokter PrinterNlaptop

Regards
Team Tank Cabinet


Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 14 Oktober 2014 09:53
Kode Etik Mahasiswa FISIP Untirta PDF Cetak E-mail
Selasa, 27 Agustus 2013 13:51

KODE ETIK MAHASISWA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA


Bahwa atas kesadaran sebagai bagian dari warga kampus yang dituntut untuk memiliki sikap ilmiah, tertib, santun, dan berperilaku terpuji sesuai dengan norma dan etika akademik; serta atas kesadaran fundamental untuk menjaga harkat dan martabat sebagai manusia, serta nama baik diri, keluarga, almamater, serta bangsa dan negara, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan ini berikrar untuk tunduk dan patuh pada kode etik sebagai berikut:


  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai manifestasi dari kesadaran eksistensial manusia sebagai mahluk Tuhan pembawa misi kenabian, serta senantiasa melandasi sikap dan tindakan pada nilai dan ajaran agama guna mewujudkan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat;
  2. Bersikap toleran, saling menghormati, dan humanis sebagai manifestasi dari kesadaran sebagai warga dunia yang majemuk, serta berkomitmen untuk terus menggalang kerjasama secara sinergis dalam mewujudkan tatanan masyarakat dunia yang damai,  adil dan sejahtera;
  3. Mejunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengambil peran aktif dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan sistem pendidikan nasional guna mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab;
  4. Senantiasa berusaha menjadi insan pembelajar yang haus akan ilmu pengetahuan dan kebenaran, intelektual yang senantiasa berpikir rasional, obyektif, kritis, dan analitis, serta menggunakan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik secara beradab dan bertanggungjawab dalam mendayagunakan ilmu pengetahuan bagi sebesar-besarnya kebaikan dan kesejahteraan masyarakat;
  5. Menjaga harkat dan martabat kemanusiaan, memelihara nama baik baik diri, keluarga, almamater, bangsa dan negara, serta berusaha keras menjaga kepercayaan dan mewujudkan amanah orang tua;
  6. Senantiasa berusaha meneladani karakter Sultan Ageng Tirtayasa serta mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


TATA TERTIB MAHASISWA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA


Dalam rangka operasionalisasi kode etik tersebut, tata tertib dirumuskan guna mengejawantahkan sekaligus menjadi indikator dalam mengukur derajat kehidupan etis mahasiswa, yang memuat paling tidak empat aspek, yaitu deskripsi tentang hak mahasiswa, kewajiban, larangan-larangan, serta sanksi dan proses penegakkannya bila terjadi pelanggaran/penyimpangan. Berikut adalah tata tertib dimaksud.


1. Hak Mahasiswa

Setiap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memiliki hak untuk:

  1. Menggunakan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik secara bertanggung jawab dalam menuntut dan mengkaji ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  2. Melakukan pembelajaran, mendapatkan pengajaran dan penilaian hasil belajar, bimbingan, informasi ilmiah, dan la­yanan terbaik untuk kepentingan kemajuan studinya;
  3. Mengembangkan penalaran, minat dan kegemar­an sesuai  dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku melalui berbagai media dan organisasi yang tersedia;
  4. Memanfaatkan fasilitas pendidikan dan pengajaran serta fasilitas lain yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku;
  5. Memperoleh beasiswa dari sumber-sumber yang tersedia secara kompetitif;
  6. Mendapatkan jaminan atas layanan kesehatan, serta bilamana terjadi kecelakaan, dan kematian sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  7. Melaksanakan  kegiatan kurikuler, ko kurikuler, dan ekstrakurikuler di dalam kampus antara pukul 06.00 s.d. 22.00 WIB.



2. Kewajiban Mahasiswa

Untuk memperoleh hak-haknya tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa wajib:

  1. Melakukan registrasi dan herregistrasi pada tiap awal semester dan tahun akademik sebagaimana ketentuan dan kalender akademik yang berlaku;
  2. Melakukan layanan konsultasi dari pembimbing akademik dan/ atau konselor;
  3. Mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas‑tugas perkuliahan, mengikuti ujian, serta mematuhi kontrak belajar yang telah disepakati sesuai ketentuan yang berlaku;
  4. Menyusun tugas akhir  dan atau karya ilmiah sesuai dengan keten­tuan yang berlaku;
  5. Memelihara sarana, dan prasarana di lingkungan kampus serta melaporkannya bilamana ditemukan adanya pengrusakan dan/ atau kerusakan;
  6. Mempertanggungjawabkan setiap pendapat, pemikiran, dan tindakannya baik yang dilakukan secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dalam wadah organisasi kemahasiswaan maupun kelompok, sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  7. Menjaga kewibawaan, citra dan nama baik diri, keluarga, dan almamater;
  8. Menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah dan nasional;
  9. Menjaga ketertiban, keteraturan, harmoni, kebersihan, dan keindahan kampus;
  10. Menjunjung tinggi dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing.


3. Larangan-larangan

Setiap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dilarang melakukan atau turut serta melakukan larangan-larangan sebagai berikut:

  1. Mengambil dengan tujuan untuk memiliki atau merusak barang/fasilitas kampus, lembaga kemahasiswaan, dan atau orang/mahasiswa lain secara tidak sah;
  2. Menghasut dan atau memaksa dengan ancaman atau kekerasan baik langsung atau tidak langsung untuk mengganggu, menggagalkan, dan atau merusak:
    1. Aktivitas / acara yang dilakukan sivitas akademika dan atau tamu yang diundang oleh kampus secara resmi;
    2. Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dikelola Untirta;
    3. Akses masuk atau keluar di wilayah yang dikelola Untirta.
  3. Menghasut, melakukan dan atau membantu orang lain untuk ikut dalam suatu kegiatan yang mengganggu, merusak, dan atau menggagalkan tugas dan fungsi Untirta;
  4. Memaksa atau mengintimidasi pejabat, dosen, karyawan atau sesama mahasiswa baik secara langsung maupun tidak langsung untuk tujuan tertentu;
  5. Melakukan tindakan atau membawa, menyimpan dan atau menggunakan sesuatu benda, barang, atau piranti lunak, data dan atau program secara tidak berhak dan atau yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, atau menguntungkan diri dan atau orang lain secara tidak berhak;
  6. Tidak mempertanggung­jawabkan kegiatan yang didanai dari dana universitas dan/ atau iuran mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  7. Melakukan pencemaran nama baik dan atau perbuatan tidak menyenangkan terhadap sesama sivitas akademika, pejabat, pegawai, dan atau almamater;
  8. Menggunakan sarana dan prasarana kampus untuk kepentingan pribadi dan atau organisasi/kelompok di luar kampus, tanpa seijin pejabat yang berwenang;
  9. Melakukan perbuatan dan atau menggunakan busana yang disadari atau setidak‑tidaknya diketahui sebagai perbuatan tercela atau melanggar norma kesopanan, kesusilaan, etika akademik, dan atau ajaran agama;
  10. Menggunakan nama, lambang, bendera, lagu, jas almamater, dan atau identitas resmi Untirta lainnya secara tidak patut untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok secara tidak sah;
  11. Melakukan tindakan dan atau mengekspresikan kebebasan berpendapat di dalam maupun di luar kampus secara anarkhis dan atau dilarang menurut peraturan perundang‑undangan yang berlaku;
  12. Memanfaatkan fasilitas kampus sebagai tempat tinggal dan beraktivitas layaknya tempat tinggal (tidur, menjemur pakaian, memasak, dan sebagainya);
  13. Melakukan kegiatan politik praktis di dalam kampus, yang secara langsung maupun tidak langsung menguntungkan kepentingan diri sendiri, orang lain, organisasi maupun partai politik tertentu;


4. Sanksi

Mahasiswa yang terbukti melanggar kode etik dan/ atau tata tertib dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Sanksi yang diberikan pada dasarnya merupakan sanksi akademik karena konsekuensi mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademik. Sanksi-sanksi yang secara bertingkat dapat diberikan antara lain:

  1. Diberi teguran secara lisan dan/ atau tertulis;
  2. Tidak dapat direkomendasi/diusulkan sebagai calon mahasiswa berprestasi, pengurus lembaga kemahasiswaan, delegasi kampus, dan atau penerima beasiswa tertentu;
  3. Dicabut haknya untuk cuti kuliah;
  4. Mengganti kerugian baik dalam bentuk barang atau dalam bentuk uang dalam  jumlah tertentu;
  5. Tidak diberikan bantuan hukum saat menghadapi proses hukum atas tindak kriminalitas yang dilakukan;
  6. Dikenai skorsing berupa larangan mengikuti kuliah dalam waktu tertentu;;
  7. Dikenai sanksi  tidak lulus dan atau dibatalkan mengikuti mata kuliah tertentu;
  8. Dikenai skorsing berupa pemberhentian sementara sebagai mahasiswa paling lama 2 (dua) semester;
  9. Diberhentikan secara hormat sebagai mahasiswa dengan diberikan surat pindah serta transkrip nilai yang telah ditempuh;
  10. Diberhentikan secara tidak hormat tanpa diberikan transkrip nilai dan atau dokumen apapun.

Sanksi atas pelanggaran kode etik / tata tertib diberikan oleh dekan dan/ atau rektor setelah mempertimbangkan masukan dari seluruh pihak terkait.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 27 Agustus 2013 13:55
PEMENANG LOMBA FoSMaI FAIR 2013 PDF Cetak E-mail
Jumat, 07 Juni 2013 00:10
PEMENANG JUARA LOMBA ESSAY FoSMaI FAIR dengan Tema "Dinamika Pergaulan Muslim" Bisa dilihat disini :

http://fosmaiweb.fisip-untirta.ac.id/


Bantuan
LiveZilla Live Chat Software